Skip to main content

Sistem Pendukung Keputusan(Decision Support Systems)

Proses Pengambilan Keputusan
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzxKTiAdGcXbu1x7WEGnOvi5HEahzwt33tmuTITYSDtXzwDGSBATXqrEfL2gK9fPVB7SymIvtJ7OMo2lkcIGJeuc9RdffYAq1-cFbf8p-FRt6YBc4ESd3psBTV3vN3NcwwHcmUry7JI7g/s1600/dss_3d_logo.gif
Pengambilan keputusan meliputi beberapa tahap dan melalui beberapa proses (Lucas, 1992). Menurut Simon (1960), pengambilan keputusan meliputi empat tahap yang saling berhubungan dan berurutan. Empat proses tersebut adalah: 
1. Intelligence
Tahap ini merupakan proses penelusuran dan pendeteksian dari lingkup problematika serta proses pengenalan masalah. Data masukan diperoleh, diproses, dan diuji dalam rangka mengidentifikasikan masalah.
2. Design
Tahap ini merupakan proses menemukan dan mengembangkan alternatif. Tahap ini meliputi proses untuk mengerti masalah, menurunkan solusi dan menguji kelayakan solusi.
3. Choice
Pada tahap ini dilakukan poses pemilihan di antara berbagai alternatif tindakan yang mungkin dijalankan. Tahap ini meliputi pencarian, evaluasi, dan rekomendasi solusi yang sesuai untuk model yang telah dibuat. Solusi dari model merupakan nilai spesifik untuk variabel hasil pada alternatif yang dipilih.
4. Implementation
Tahap implementasi adalah tahap pelaksanaan dari keputusan yang telah diambil. Pada tahap ini perlu disusun serangkaian tindakan yang terencana,
sehingga hasil keputusan dapat dipantau dan disesuaikan apabila diperlukan perbaikan.

Karakteristik Sistem Pendukung Keputusan
Turban (2005) mengemukakan karakteristik dan kapabilitas kunci dari Sistem Pendukung Keputusan adalah sebagai berikut (Gambar 4.2):
  1. Dukungan untuk pengambil keputusan, terutama pada situasi semiterstruktur dan tak terstruktur.
  2. Dukungan untuk semua level manajerial, dari eksekutif puncak sampai manajer lini.
  3. Dukungan untuk individu dan kelompok.
  4. Dukungan untuk semua keputusan independen dan atau sekuensial.
  5. Dukungan di semua fase proses pengambilan keputusan: inteligensi, desain, pilihan, dan implementasi.
  6. Dukungan pada berbagai proses dan gaya pengambilan keputusan.
  7. Kemampuan sistem beradaptasi dengan cepat dimana pengambil keputusan dapat menghadapi masalah-masalah baru dan pada saat yang sama dapat menanganinya dengan cara mengadaptasikan sistem terhadap kondisi-kondisi perubahan yang terjadi.
  8. Pengguna merasa seperti di rumah. User-friendly, kapabilitas grafis yang kuat, dan sebuah bahasa interaktif yang alami.
  9. Peningkatan terhadap keefektifan pengambilan keputusan (akurasi, timelines, kualitas) dari pada efisiensi (biaya).
  10. Pengambil keputusan mengontrol penuh semua langkah proses pengambilan keputusan dalam memecahkan masalah.
  11. Pengguna akhir dapat mengembangkan dan memodifikasi sistem sederhana.
  12. Menggunakan model-model dalam penganalisisan situasi pengambilan keputusan.
  13. Disediakannya akses untuk berbagai sumber data, format, dan tipe, mulai dari sistem informasi geografi (GIS) sampai sistem berorientasi objek.
  14. Dapat dilakukan sebagai alat standalone yang digunakan oleh seorang pengambil keputusan pada satu lokasi atau didistribusikan di satu organisasi keseluruhan dan di beberapa organisasi sepanjang rantai persediaan.
Komponen-Komponen Sistem Pendukung Keputusan
Menurut Turban (2005), Sistem Pendukung Keputusan terdiri dari empat subsistem, yaitu:
  1. Manajemen Data, meliputi basis data yang berisi data-data yang relevan dengan keadaan dan dikelola oleh perangkat lunak yang disebut dengan Database Management System (DBMS).
  2. Manajemen Model berupa sebuah paket perangkat lunak yang berisi model-model finansial, statistik, management science, atau model kuantitatif, yang menyediakan kemampuan analisa dan perangkat lunak manajemen yang sesuai.
  3. Subsistem Dialog atau komunikasi, merupakan subsistem yang dipakai oleh user untuk berkomunikasi dan memberi perintah (menyediakan user interface).
  4. Manajemen Knowledge yang mendukung subsistem lain atau berlaku sebagai komponen yang berdiri sendiri.
a. Subsistem Manajemen Data
Subsistem manajemen data terdiri dari elemen berikut ini:
1. DSS database adalah kumpulan data yang saling terkait yang diorganisasi untuk memenuhi kebutuhan dan struktur sebuah oraganisasi dan dapat digunakan oleh lebih dari satu orang untuk lebih dari satu aplikasi.
2. Sistem Manajemen basis data adalah pembuatan, pengaksesan, dan pembaharuan (update) oleh DBMS yang mempunyai fungsi utama sebagai tempat penyimpanan, mendapatkan kembali (retrieval) dan pengontrolan.
  • Manajemen Data
  • Manajemen Model
  • Manajemen Knowledege
  • Antarmuka Pengguna
  • Manajer (Pengguna)
  • Sistem Berbasis Komputer yang Lain
  • Data internal & eksternal
  • Manajemen Data
  • Manajemen Model
  • Sistem Berbasis Komputer lainnya
3. Direktori merupakan sebuah katalog dari semua data di dalam basis data.
4. Query Facility, yang menyediakan fasilitas akses data. Fungsi utamannya adalah untuk operasi seleksi dan manipulasi data dengan menggunakan model-model yang sesuai dari model management
b. Subsistem Manajemen Model
Subsistem manajemen model terdiri atas elemen-elemen berikut ini:
1. Basis Model.
Berisikan model-model seperti manajemen keuangan, statistik, ilmu manajemen yang bersifat kuantitatif yang memberikan kapabilitas analisis pada sebuah SPK.
Model Strategis digunakan untuk mendukung manajemen puncak untuk menjalankan tanggungjawab perencanaan strategis. Ketika model ini digunakan dalam suatu SPK, maka yang menjadi tujuan di dalamnya adalah untuk membantu pengambilan keputusan strategis yang sifatnya jangka panjang.
Model Taktis digunakan terutama oleh manajemen madya untuk membantu mengalokasikan dan mengontrol sumber daya organisasi.
Model Operasional digunakan untuk mendukung aktifitas kerja harian pada oraganisasi.
Model Analitik digunakan untuk menganalisis data (untuk apllikasi sendiri), sebagai komponen dari model yang lebih besar, dan digunakan untuk menentukan variabel dan parameter model.
2. Sistem Manajemen Basis Model
Merupakan sistem software yang fungsi utamanya untuk membuat model dengan menggunakan bahasa pemrograman, alat SPK dan atau subrutin, dan balok pembangun lainnya; membangkitkan rutin baru dan laporan; pembaruan dan perubahan model; dan manipulasi model.
3. Direktori Model
Peran direktori model sama dengan direktori basis data. Direktori model adalah katalog dari semua model dan perangkat lunak lainnya pada basis model. Ia berisi definisi model dan fungsi utamanya adalah menjawab pertanyaan tentang ketersediaan dan kapabilitas model.
4. Eksekusi Model, Integrasi, dan Prosesor Perintah
Eksekusi model adalah proses mengontrol jalannya model saat ini. Integrasi model mencakup gabungan operasi beberapa model saat diperlukan atau menintegrasikan SPK dengan aplikasi lain. Sedangkan prosesor model digunakan untuk menerima dan mengintepretasikan instruksi-instruksi pemodelan.
c. Subsistem Dialog
Komponen dialog SPK adalah perangkat lunak dan perangkat keras yang menyediakan antarmuka untuk SPK. Istilah antarmuka pengguna mencakup semua aspek komunikasi antara satu pengguna dan SPK. Cakupannya tidak hanya perangkat lunak dan perangkat keras, tapi juga faktor-faktor yang berkaitan dengan kemudahan pengguna, kemampuan untuk dapat diakses, dan interaksi manusia-mesin.
d. Subsistem Manajemen Knowledge
Banyak masalah tak terstruktur dan bahkan semi terstruktur yang sangat kompleks sehingga solusinya memerlukan keahlian. Oleh karena itu banyak SPK canggih yang dilengkapi dengan komponen manajemen knowledge. Komponen ini menyediakan keahlian untuk memecahkan beberapa aspek masalah dan memberikan pengetahuan yang dapat meningkatkan operasi komponen SPK lainnya.

Popular posts from this blog

Pengertian CMS dan Macam-Macamnya

CMS kepanjangan dari kontent management system. cms adalah sesuatu aplikasi situs atau software situs yang tujuannya untuk meringankan didalam pengelolaan ( upload, ubah, memberikan, dan lain-lain ) content didalam sesuatu website/blog/aplikasi situs tanpa mesti dibekali pengetahuan perihal perihal yang berbentuk tehnis tanpa mesti mempunyai pengetahuan perihal bhs pemrograman situs.